Merangkai Laba dari Bisnis Pertamanan

TAMAN : Abdul Hadi, penjual tanaman hias sedang merapikan batu hias yang dipesan pelanggannya untuk membuat taman. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
Taman menjadi bagian penting, baik untuk perkantoran maupun perumahan. Apalagi  ruang terbuka hijau sangat dibutuhkan saat ini. Nuansa kehijauannya bisa mencairkan kebekuan dinding-dinding bangunan. Inilah yang menjadi peluang usaha untuk mendatangkan lembaran rupiah.Tarif yang ditawarkan untuk pembuatan taman beragam. Mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 15 juta.
Bahkan harganya bisa lebih, tergantung luas serta bentuk taman yang dibuat. Semakin rumit dan luas, maka harga yang harus dibayar semakin tinggi. Salah satu pelakon usaha di bisnis pembuatan taman adalah Hadi. Dia sudah sejak kecil melakoni aktifitas ini, hanya saja baru 4 tahun aktif membuka usaha sendiri. “Ini khan usaha turun temurun. Keahlian ini saya peroleh dari kakek, turun ke bapak dan kemudian saya,” ujarnya.

Saat ditemui wartawan koran ini, Hadi sedang mengerjakan bagian relief untuk taman. Selain di Pontianak, dia juga pernah membuat taman di beberapa kota besar lainnya seperti Jawa Timur, Sumatra, Kaltim dan terjauh Papua.

Sedangkan di Kalbar, tempat terjauh pernah dijangkaunya untuk membuat taman di Kabupaten Sekadau dan Sintang. Lokasinya yang tersedia tidak besar, maka taman dibuat dalam bentuk minimalis. Bentuk taman pun dibuat berdasarkan bentuk bangunan  atau rumah. Sehingga menimbulkan keserasian antara taman dan bangunan.

Hadi menyebutkan lama waktu pengerjaan tidaklah sama. Karena itu berdasarkan ukuran luas dan relief yang diinginkan pemesan. Hal itu juga yang menjadi penentu harga taman. “Kalau taman yang ukuran kecil, 3 hari bisa selesai. Cukup saya sendiri ngerjakannya. Berbeda jika ukurannya besar, butuh waktu seminggu dan saya harus cari tambahan tenaga,” kata pemilik usaha pembuatan taman Pondok Bersaudara ini. Agar lebih indah, taman tidak sekedar berisikan bunga saja. Perlu juga ditambah air mancur dan batu alam.

Sebulan, 35 Orderan Hal yang sama juga digeluti oleh Deasiswa Arnu. Ia sudah lima tahun terjun di dunia usaha pembuatan taman. Banyak taman yang tidak terawat menjadi alasan utama pria yang tinggal di Jalan Pramuka ini membuka usaha tersebut.

Berbekal pengalaman pernah bekerja di usaha yang sama, juga menjadi alasan lain Deasiswa membuka usaha ini. “Saya dulu pernah bertani dan berkebun. Jadi sedikit banyak tahu soal tanaman, terutama untuk pupuk yang digunakan,” katanya. Lama waktu yang digunakan pun beragam, karena itu disesuaikan dengan ukuran taman yang akan dibuat. 

Tenaga yang dibutuhkan sekitar tiga orang. Lamanya waktu itu setimpal dengan bayaran yang diperoleh. Untuk taman minimalis misalnya, harganya sekitar Rp 3 juta. Semakin rumit pembuatan dan luas taman, maka tarifnya semakin mahal. Dia pernah mengerjakan taman dengan harga Rp 15 juta. 

Menurutnya, momen yang paling ramai adalah saat Idulfitri, Imlek dan Natal. Saking ramainya, orderan yang datang pun tidak tertangani. Akhirnya terpaksa diberikannya ke orang lain. Maklum selain pembuatan, pria yang akrab disapa Dodo ini juga menawarkan jasa perawatan taman. Misal, jika ada 12 orderan untuk perawatan taman yang masuk menjelang lebaran, maka hanya tujuh orderan saja yang diambilnya. “Kalau di hari biasa, dalam sebulan setidaknya saya menerima rata-rata 35 orderan untuk pembuatan maupun perawatan taman,” bebernya.

Agar pelanggan betah, dia harus memberikan berbagai inovasi yang menarik, baik itu saat pembuatan atau perawatan. Inovasinya bisa saja dengan menyediakan bentuk relief yang baru atau dari jenis tanaman dan model tamannya. “Pengalaman itu penting agar bisa memberikan model-model baru. Biasanya juga saya searching di dunia maya. Tujuannya untuk mencari model taman yang menarik,” pungkas Dodo. *
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment