Meraih Untung di Jasa Kurir

BY ORDER : Karyawan Bujang Kurir tengah memasukkan barang pesanan konsumen ke boks penyimpanan di motor. Siap diantarkan ke kawan bujang sesuai pesanan. FOTO HARYADI/PONTIANAKPOST
BY ORDER : Karyawan Bujang Kurir tengah memasukkan barang pesanan konsumen ke boks penyimpanan di motor. Siap diantarkan ke kawan bujang sesuai pesanan. FOTO HARYADI/PONTIANAKPOST

Bisnis jasa kirim barang tak kalah pamor dengan sektor usaha lainnya. Jasa ini lebih didominasi pemain besar. Pengiriman antar pulau misalnya, atau antar negara. Sekarang, pelaku usaha jeli melihat dari sudut pandang lain. Memanfatkan tingkat kesibukan maupun orang yang ingin serba praktis dan cepat tanpa repot, menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha rumahan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Barang berharga Anda tinggal? Atau Anda ingin membeli sesuatu tetapi malas keluar rumah? Atau terhalang hujan? Riszky Ramadan menawarkan jasanya untuk membuat hal itu jadi lebih mudah untuk Anda. Dia mendirikan jasa pengiriman barang, Bujang Kurir. Taglinenya, “adek pesan, abang antar.”

Bujang Kurir merupakan jasa pengiriman segala macam barang untuk orang yang sibuk. Usaha ini sudah berjalan selama empat bulan. Jasa yang ditawarkan mulai dari antar jemput anak sekolah, makanan/minuman, jemput berkas/dokumen, antri tiket bioskop, pengambilan resep obat serta pembayaran listrik, PDAM, kendaraan dan jasa lainnya.

Riszky sempat pesimis saat memulai usaha ini. Di bulan pertama, ia hanya menerima orderan dari lima orang saja. Rasa pesimis itu mulai sirna ketika memasuki bulan kedua, ada 50 order yang masuk. Bahkan jumlahnya terus meningkat. “Untuk sekarang ada 10 hingga 15 order yang masuk dalam satu hari,” kata dia.

Untuk mencapai jumlah itu, ia bersama tim harus melakukan berbagai langkah promosi. Tak cukup hanya promosi melalui sosial media, tawaran kerja sama pun disampaikannya. Terutama ke beberapa rumah makan atau kafe, home industri, termasuk online shop.  Tarif yang ditawarkan cukup terjangkau. Untuk sekali order, pelanggan hanya mengeluarkan uang Rp 15 ribu. Dan itu untuk satu kawasan.

“Misal, konsumen di daerah Sungai Jawi ingin mengirim barang ke Jalan Gusti Hamzah, kemudian Putri Candramidi. Biaya yang dihitung hanya satu kali order, karena masih dalam satu kawasan. Jadi sistem kami pakai maping area,” jelasnya. 

Biaya itu lanjut Riszky hanya berlaku selama jam operasional kerja. Jika di luar jam operasional, dikenakan tambahan biaya Rp 5 ribu. Hanya saja dia mengingatkan tarif itu berbeda jika untuk luar kota. Batasan luar kota yang dimaksud, melewati Jembatan Landak tarifnya Rp20 ribu dan melewati simpang Polda Kalbar, tarifnya Rp 40 ribu. “Tak semua area kami diambil, karena mempertimbangkan keamanan barang dan kurir,” ujar dia.

Dari beberapa jasa yang dibuka itu, Riszky menyebutkan jasa order makanan menempati urutan tertinggi. Kedua, mengantri tiket di bioskop, kemudian mengantri untuk bayar PBB, motor, PLN dan PDAM. Keempat, jasa antar jemput anak sekolah. “Jasa antar jemput anak sekolah memiliki tarif yang berbeda. Untuk jasa antar atau jemput dikenakan tarif Rp 100 ribu selama sepekan. Bisa juga dihitung perbulan,” terangnya.

Hitung Berdasar Jarak
Selain Riszky, ada juga Agus Zurfi yang melakoni usaha serupa. Sektor usahanya pun lebih meluas. Tak hanya jasa antar kirim barang dan antar jemput anak sekolah, usaha yang dibangun Zurfi juga menawarkan jasa ojek dan rental sepeda motor. Nama usahanya Mr. Jek. Berbeda dengan Bujang Kurir, dalam jasa antar kirim barang tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan jarak.

Pelanggan bisa menghitung langsung tarif yang akan dibayarkan. Tak sulit menghitungnya, karena sudah tersedia di website. “Pelanggan hanya mengklik tempat awal dan tempat tujuan. Kemudian keluar biaya yang harus dibayarkan,” kata owner Mr. Jek ini. Usaha ini sudah berjalan selama empat bulan. Terinsipirasi dari Go Jek, pria berusia 46 tahun inipun membuat usaha serupa. Media sosial menjadi tempat untuk mempromosikan usaha yang dibangunnya itu.

Ketika pertama kali buka, Zurfi yang turun langsung memberikan pelayanan ke pelangggan. Ketepatan waktu dan kepuasan pelanggan menjadi andalannya. Dalam sehari, dia pernah mendapatkan omset hingga Rp500 ribu. “Sekarang order yang biasa kami terima kisaran 30 hingga 70 order sehari,” sebut dia.

Sama halnya dengan Bujang Kurir, tidak semua areal pengiriman barang diambil Mr. Jek. Alasannya karena keamanan barang dan kurir. Begitu juga untuk jasa antar jemput anak sekolah. Tarif yang dikenakan bisa dihitung mingguan atau bulanan. (*) 
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment