BPJS Rangkul Pekerja Bukan Penerima Upah

JADI TARGET :  pedagang kaki lima dan pedagang di Pasar tradisional juga menjadi sasaran target sosialiasi BPJS.  Foto dari Internet
JADI TARGET :  pedagang kaki lima dan pedagang di Pasar tradisional juga menjadi sasaran target sosialiasi BPJS.  Foto dari Internet

BPJS Ketenagakerjaan mulai merangkul tenaga terja sektor bukan penerima upah. Mereka menjadi sasaran program bukan penerima upah yang dikeluarkan pemerintah.Kepala Kantor Cabang Kalbar BPJS Ketenagakerjaan Muhyidin menyebutkan tenaga terja sektor bukan penerima upah seperti pedagang kaki lima dan pedagang di pasar tradisional atau yang lainnya.

Mereka dirangkul karena berdasarkan ketentuan pemerintah UU Nomo 24 Tahun 2011. Dimana seluruh pekerja harus diterlindungi di BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu dia berharap seluruh pekerja bukan penerima upah bisa menikmati program yang sudah disiapkan pemerintah.

“Preminya sangat rendah dan murah, jadi kami harapkan semua bisa ikut serta dalam program ini,” kata Muhyidin, saat Sosialisasi Kredit Mikro Bank Kalbar dan Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja bukan penerima upah untuk mitra binaan Bank Kalbar, di Jalan Lembah Murai siang kemarin.

Muhyidin menyebutkan peserta yang ikut dalam program bukan penerima upah ini akan memperoleh tiga manfaat. Di antaranya jaminan kecelakaan kerja. Jika terjadi kecelakaan maka peserta bisa dilindungi hingga sembuh tanpa batasa biaya.

Manfaat selanjutnya, jaminan biaya kematian. Jika meninggal dunia, apakah karena sakit atau yang lain maka akan diberikan perlindungan berupa jaminan sebesar Rp24 juta. Kemudian jaminan hari tua.

Untuk manfaat ini, Muhyidin berharap peserta bisa menabung untuk menikmati masa tua. Pelaksanaan manfaat ini, masih bertahap sembari menunggu regulasi untuk pekerja bukan penerima upah. “Masyarakat bisa mendapatkan tiga manfaat itu. Padahal hanya bayar premi Rp16.800,” kata dia.

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah ada 534 tenaga terja sektor bukan penerima upah yang ikut dalam program ini. Namun angka itu masih jauh dari target yang ditentukan. “Target  kita ada 20 ribu, tetapi sampai sekarang baru 534. Jadi masih jauh dan ini PR yang harus diselesai,” kata dia.

Karena itu Muhyidin memastikan akan menarik masyarakat yang menjadi peserta dalam program ini. Apalagi syaratnya sangat mudah. Masyarakat hanya perlu membawa KTP.“Prosesnya sangat mudah. Satu jam sudah selesai. Pekerja bisa membayar begitu selesai prosesnya. Tetapi kami juga berkewajiban mengingatkan peserta yang sudah mendaftar agar secara kontinyu membayar,” kata dia. (mse)- Sumber Pontianak post
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment