Kebutuhan Lele 5 Ton Semalam

Lele. Gambar dari Internet
Lele. Gambar dari Internet

PONTIANAK - Budidaya lele sedang naik pamor. Usaha dengan modal yang tidak terlalu besar, namun omzet yang didapat sangat menjanjikan. Keuntungan itu dilihat dari permintaan lele yang cukup tinggi. Baik untuk konsumsi ataupun untuk pembenihan. Saking tingginya permintaan, peternak lele kesulitan memenuhinya. Malahan stok sampai kosong.

Sudarmin misalnya. Peternak lele di Jalan Wonodadi II ini mengaku kesulitan memenuhi permintaan konsumen. Salah satunya berkaitan dengan permintaan benih lele. “Kebutuhan lele sangat tinggi. Ini menjadikan lele sangat penting untuk masyarakat. Apalagi masyarakat kesulitan mendapatkan ikan segar dari laut. Kebanyakan sudah tidak alami lagi, karena banyak pengawet,” kata dia.

Bahkan termasuk untuk pemenuhan lele konsumsi. Menurut Sudarmin,  dalam semalam kebutuhan lele konsumsi itu mencapai 5 ton. Kebutuhan itu untuk pasar dan usaha kuliner. “Artinya lele yang diambil itu pasti habis. Jika sudah habis, maka besok harus tersedia lagi,” kata dia.

Sejatinya jumlah itu bisa saja lebih besar, jika melihat usaha kuliner yang menjual ikan lele. Contohnya Pecal Lele Warsito, di Jalan Putri Candramidi. Kebutuhan lele di usaha kuliner milik Warsito ini sekitar 20 - 25 kg.  “Jika akhir pekan, kebutuhan lele untuk satu malam biasanya mencapai 27 kg,” kata dia.

Ada berbagai jenis makanan dijual dengan bahan utamanya daging lele. Mulai dari lele goreng, hingga lele asam pedas dan asam manis. Harganya bervariatif, mulai dari Rp16 ribu hingga Rp18 ribu satu porsi. Menurut Warsito, lele menjadi makanan yang paling banyak diminati masyarakat. Dari berapa jenis makanan yang disajikan, justru lele yang paling disukai.

Jika dihitung dari kebutuhan lele di usaha kuliner Warsito semalam sebanyak 25 kilo, maka dalam satu bulan harus tersedia sekitar 750 kilo lele. Jumlah itu hanya untuk satu tempat usaha kuliner. Sementara usaha kuliner yang menjual lele cukup banyak di Kota Pontianak. Lamongan misalnya. Keberadaannya pun hampir di setiap sudut jalan. Bahkan untuk satu ruas jalan saja, seperti di Jalan Sungai Raya Dalam bisa sampai belasan lamongan yang menjual lele.

Jadi menguntungkan jika membudidayakan lele, bukan? Pemasaran yang tidak sulit, kemudian diiringi dengan permintaan yang tinggi, budidaya lele menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit. (mse)
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment