Reguk Segarnya Usaha Jus Buah

Jus buah segar dan bisnis yang bagus. Gambar dari pusakapusaka com
Jus buah segar dan bisnis yang bagus. Gambar dari pusakapusaka com

SEMANGAT untuk berbisnis masyarakat mulai tumbuh. Beragam usaha pun bermunculan. Salah satunya bisnis jus buah. Walau tak terlihat bergengsi, namun jangan salah. Keuntungan yang diperoleh cukup besar karena margin harga bahan baku dengan harga jual cukup besar hingga diatas 100 persen. Tak perlu bermodal banyak, terpenting tahu caranya untuk menarik pelanggan.
Jus buah disukai oleh hampir semua orang baik anak-anak, remaja dan orang tua. Ketersediaan aneka buah di Indonesia baik yang lokal maupun impor ada sepanjang tahun, sehingga bahan baku untuk jus buah tidak perlu diragukan. Dengan ketersediaan bahan baku yang berlimpah, usaha jualan jus buah sangat menjanjikan dan prospeknya akan tetap cerah.

Masyarakat mulai menyadari bahwa minuman berasal dari buah asli tentu lebih segar dan menyehatkan. Jus buah menjadi teman nongkrong bagi anak muda maupun orang dewasa. Tak hanya di tempat elit saja, di café-café kecil pun jus buah diminati.

Salah satunya Ria, pemilik usaha StartJus di Jalan Jendral Urip. Sudah beberapa tahun ini ia menggeluti usaha ini. Dari tahun ke tahun usahanya  menunjukkan perkembangan. Bahkan kini sudah memiliki 2 cabang yang lumayan ramai pelanggannya. “Saya punya tiga tempat. Ada di Kotabaru, Pattimura, dan disini (Urip,red). Masing-masing tempat ada 3 orang karyawan. Bukanya dari jam delapan pagi sampai jam 11 malam,” ulasnya.

Bisnis jus buah ini sebenarnya mudah-mudah susah, menurutnya. Mudah karena hanya membutuhkan blender, gelas, listrik dan tentu saja bahan bakunya, aneka ragam buah. Sulitnya ketika menghadapi berbagai kendala seperti musim hujan dan kemarau. “Musim hujan pembeli kurang, musim kemarau juga kurang, karena mereka takut air.

Padahal khan kami tidak sembarang menggunakan air, tentulah air yang bersih. Musim asap kemarin malah sepi sekali. Termasuk pula kalau tak musim buah, harga buah bisa lebih mahal, sementara kami tak bisa naikkan harga begitu saja,” ungkap dia.

Untuk menarik pengunjung, suasana tempat jualan tentu harus mendukung. Rata-rata pengunjung yang datang menyenangi tempat di ruang terbuka sambil ngobrol asyik dengan teman-temannya. Itulah sebabnya para pemilik usaha ini pun menyiapkan meja dan kursi, terutama di malam hari. “Pelanggan yang datang lebih ramai di malam hari, terutama di hari libur,” cetusnya.

Soal harga, Ria sepertinya memiliki cara tersendiri untuk bersaing dengan usaha jus buah lainnya. Dia menetapkan harga menyesuaikan dengan buah. “Harganya relatif ya, paling mahal 12 ribu untuk buah alpukat. Termurah itu 6 ribuan,” jelasnya yang membutuhkan sedikitnya 5 kaleng susu kental manis ukuran sekilo tiap harinya.

Berbeda halnya dengan Mardianto Lim (44 th). Pemilik usaha di Cafetaria Segarria, jalan Pattimura ini memiliki strategi sendiri dalam menetapkan harga jual jus di tempatnya. “Harganya 12 ribu untuk semua jenis buah. Kadang ada yang untung banyak, ada yang untungnya sedikit. Jadi saling menutupi. Ketika harga buah mahal, ada yang tidak untung. Tetapi sejauh ini cukup menjanjikan, tercukupilah,” jelas dia yang sudah merintis usaha sejak tahun 2002.      Menjaga kualitas tentu hal terpenting adalah kesegaran buah dan susu. Dia tak ingin menggunakan susu sembarangan. “Saya tetap menjaga kesegaran buah dan menggunakan susu yang berkualitas baik,” pungkasnya. 
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment