Ikut Kursus Menjahit Biar Mahir

keterampilan menjahit. Gambar dari Internet
keterampilan menjahit. Gambar dari Internet

INGIN memiliki keterampilan menjahit, maka kursus menjahit bisa menjadi pilihan. Iskawati (27 tahun), ibu rumah tangga ini memilih ikut kursus menjahit, agar kelak bisa menambah penghasilan. “Ini khan cari pengalaman juga, apalagi kalau ingin bekerja bisa buka sendiri. Jadi ada rencanalah nanti kalau sudah mahir. Sekarang sih masih tahap awal, belum praktek,” ungkap dia.

Demikian pula yang disampaikan Eva (27 tahun). Karyawan swasta ini mengaku belajar menjahit juga berharap bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja di kantor. “Kalau sudah bisa sih, pengennya di rumah saja sambil terima upah jahitan,” timpalnya.

Ada beberapa tempat yang menawarkan jasa kursus menjahit. Tentu saja jika sudah mahir, Anda juga bisa mendapatkan peluang yang sama untuk mendapatkan keuntungan dari mereka yang ingin belajar. “Saya buka kursus sejak tahun 1997. Peminatnya lumayan ramai. Tahun lalu bisa sampai 20 orang. Tapi karena tahun ini saya jarang buka, jadi hanya 6 orang saja,” jelasnya.

Setiap bulannya, mereka harus membayar Rp 300 ribu, tanpa ada batasan waktu. “Bulan pertama itu Rp 200 ribu untuk pendaftaran sekaligus perlengkapan dasar menjahit ditambah Rp 300 ribu untuk bulan pertama. Selanjutnya terserah mereka  ingin ikut sampai beberapa kali, tetapi tetap setiap bulannya bayar Rp 300 ribu,” ungkap Nur Aini, pemilik Kursus Penjahit Desainner Annisa di Jalan Merdeka ini.

Mengikuti metode belajar, seharusnya 9 bulan sudah bisa praktek mandiri. Namun kata dia, banyak pula yang baru 5 bulan saja sudah mandiri. “Awalnya itu lima kali materi, dan sisanya praktek. Harusnya 9 bulan  itu 3 bulan dasar, 3 bulan terampil, dan 3 bulan mahir,” ungkapnya. Kesulitan dalam mengajar kata dia, tergantung tingkat pemahaman peserta. Terutama soal penghitungan. “Ini khan ada pembagian juga, kalau dia paham pasti cepat, apalagi kalau sudah ada bakatnya,” tambahnya.

Sementara itu, dia juga menerima upah jahitan. Menurutnya, jika diseriusi hasilnya lumayan. “Kalau sebulan mau Lebaran dan Natalan itu ramai, saya sampai tidak tertangani. Untuk satu bulan saya bisa kerjakan 40 setel pakaian. Harga yang ditawarkan beragam. Untuk kebaya paling murah Rp 350 ribu, model biasa Rp 250 ribu. Atasan saja bisa Rp 150 ribu tergantung model yang diinginkan,” papar Nur Aini.

Garansi Sampai Bisa


INGIN kursus menjahit, tak harus ada bakat. Banyak orang yang mulai dari nol belajar, hingga bisa mandiri buka usaha jahit sendiri. Demikian yang disampaikan oleh Cahyanti, dari Lembaga Kursus dan Pelatihan Menjahit Cahyanti. “Ada yang belajar itu dari nol, tidak bisa ngengkol mesin jahit tapi bisa juga akhirnya,” kata dia yang membuka usaha di jalan Pangeran Natakusuma ini. 

Konsep belajarnya, kata dia belajar sampai bisa. Mereka harus membayar paket pendidikan dan latihan sebesar Rp 4 juta. Dengan begitu mereka akan diberikan garansi sampai bisa. “Tergantung mereka, ada yang 5 bulan sudah bisa mandiri, ada yang cukup lama. Apalagi kalau sering tidak masuk,” paparnya yang memiliki 20 orang peserta didik ini.

Menurut dia, selain terampil menjahit, kursus menjahit juga bisa mendapatkan dua keuntungan, baik itu dari upah menjahit maupun dari jasa mengajarkan menjahit. “Kalau saya dulu juga ikut kursus. Ketika saya buka usaha jahit banyak yang minta ajarkan. Lama-lama saya terpikir untuk  mengurus izinnya, agar yang belajar dengan saya dapat sertifikat,” paparnya yang menambahkan saat ini permintaan untuk dijahitkan pakaian cukup banyak, dan ongkosnya pun cukup besar.  Kendala dalam belajar yang kerap dirasakan oleh peserta, lanjut dia adalah membuat pola. “Membuat pola itu yang sulit, dan memang butuh konsentrasi,” tandasnya. (mrd)








Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment