Menjajal Peluang Jadi Agen Asuransi

gambar dari Internet

Angkatan kerja terus tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir tak sebanding dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan. Namun peluang di sektor jasa dan perdagangan masih terbuka lebar. Salah satunya adalah menjadi agen asuransi. Aristono, Pontianak

Seiring dengan perkembangan bisnis asuransi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi di Indonesia, sistem pemasaran asuransi (keagenan) pun bertumbuh pesat. Betapa tidak, asuransi adalah salah satu produk yang memiliki komisi cukup tinggi untuk dijual. Lebih lagi, tidak perlu modal uang dari bisnis ini. Mereka yang terjun ke bisnis ini terdiri dari latar belakang usia, profesi dan motivasi.

Produk ini menawarkan manfaat tak berwujud dan itu menjadi tantangan untuk mendapatkan banyak orang untuk mengatasi kerugian yang didapatkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap jiwa mereka. Siapapun dengan keahlian dan motivasi yang tepat bisa menjadi sukses.

Fandhy adalah salah seorang agen asuransi yang memulai bisnisnya dari nol. Agen perusahaan asuransi Prudential yang berkantor di kawasan Ayani Mega Mal Pontianak ini mampu meraup omzet rata-rata Rp 200 juta per bulan, dari premi nasabahnya. Dari premi nasabah tersebut, dia mendapatkan komisi yang lumayan, bisa hingga 30 persen. “Pendapatan bersih saya rata-rata Rp 20 juta seriap bulannya,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin.

Pemuda yang baru berusia 22 tahun ini mulai menjadi agen sejak tahun 2013. Saat itu dia masih kuliah sambil bekerja paro waktu. Pada suatu ketika, dia ditawari menjadi agen asuransi oleh temannya. Peluang itu pun diambilnya.

“Saya tertarik masuk karena melihat mereka yang menjadi agen sudah punya rumah dan mobil sendiri. Saya mau menjadi seperti mereka,” ungkap dia. Selain dari komisi premi nasabah, agen asuransi juga mendapatkan fee dari perekrutan agen-agen baru. Selain itu agen juga memperoleh bonus apabila targetnya terlampaui. Selain komisi, bonus tersebut berupa jalan-jalan ke luar negeri atau fasilitas lainnya.


Penghasilan Tak Terbatas
Sementara itu, Hilman Shafwan, agen asuransi dari perusahaan Alianz menjelaskan hal yang menarik dalam sistem keagenan asuransi adalah sistem komisi dan berbagai bonus yang diberikan pada setiap agen, baik secara individu maupun secara kelompok yang dibangun didasarkan pada peringkat kepemimpinan. Sistem ini membuat penghasilan para agen tidak terbatas. Artinya, dengan mengikuti pola tertentu yang diberikan oleh seorang leader agen asuransi, sang agen akan menjadi pengusaha yang sukses.

Himan sendiri adalah anggota di Propam Polda Kalbar. Dia menjalani dua pekerjaan sekaligus, berdinas di kepolisian dan agen asuransi. Dirinya mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengatur waktu. Pasalnya,  menjadi agen asuransi dia tidak terikat oleh ruang dan waktu. Dialah yang menjadi bos untuk diri sendiri. “Memang baru setahun menjadi agen, tetapi saya cukup menikmatinya. Selain tentu komisi, yang terpenting nilai sosialnya. Bisa menyadarkan mereka yang belum berasuransi,” ucapnya.

Kini Hilman memiliki pendapatan ganda. Dari gajinya sebagai aparat negara dan dari komisi asuransi. “Kalau dari komisi, saya masih belum seberapa. Rata-rata dalam sebulan komisi premi saya masih dibawah lima juta rupiah. Tergantung banyak nasabah yang nabung di bulan tersebut. Selain komisi, kami juga ada reward seperti jalan-jalan ke luar negeri dan lainnya,” kata dia. ** Sumber Pontianak Post
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment