Sriwijaya Air Gelar Extraflight

Sriwijaya Air.  Foto dari Internet
Sriwijaya Air.  Foto dari Internet

Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru selalu terjadi trend peningkatan arus penumpang untuk semua transportasi baik laut, darat tak terkecuali udara. Untuk mengcover kebutuhan penumpang pada saat peak season jelang Natal dan Tahun Baru, Sriwijaya Air sudah melayani exstra flight.

Distric Manager Sriwijaya, Yohanes Air mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan menyambut arus mudik Natal dan Tahun Baru. Kali ini kata Yohanes, Sriwijaya Air mengatakan kembali melakukan penambahan ekstra flight. “Harapannya dengan exstra flight ini dapat mengakomodir kebutuhan penumpang Sriwijaya Air dan mengantisipasi lonjakan arus penumpang,” ujarnya.

Adapun jadwal exstra flight mulai 21 Desember dari Jakarta pukul 11.35 WIB dan dari Pontianak Pukul 13.30 WIB. Saat ini jadwal reguler Sriwijaya Air dan Nam Air yang melayani rute PNK-CGK di pukul 07.00 WIB, 07.55 WIB, 12.10 WIB, 16.25 WIB dan 18.40 WIB. Untuk PNK-JOG reguler dilayani oleh Nam Air di pukul 08.10 WIB. “Adapun persiapan yang telah dilakukan yaitu dari sisi operasional, teknik, komersil dan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM),” ujarnya.

Kendati demikian, Wakil Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Kalbar, Suparwan mengatakan pada awal Desember lalu belum banyak biro perjalanan yang menggelar promose paket-paket wisata ke luar negeri. “Mungkin seminggu atau beberapa hari jelang liburan Natal seperti sekarang baru meningkat. Tetapi prediksi kami tahun ini akan jauh turun ketimbang tahun-tahun sebelumnya,” ucap dia.

Padahal, kata dia, liburan akhir tahun adalah momen puncak orang-orang untuk berpegian ke luar negeri. Pasalnya pada akhir tahun terdapat momen liburan Natal dan Tahun baru. Sementara untuk anak-anak sekolah ada liburan pergantian semester. Sehingga akhir tahun adalah momen bagi biro perjalanan wisata untuk menggarap segmen konsumen keluarga dan rombongan.

Hal serupa diungkapkan Direktur Duta Tour & Travel, Lukas. Tahun ini, kata dia, walaupun harga tiket pesawat tak semahal beberapa tahun lalu, permintaan akan perjalanan wisata ke luar negeri menurun. “Walaupun belum masuk ke puncak pemesanan, sepertinya akan turun dibanding tahun lalu. Menurut kami turunnya bisa sampai 50 persen.

Biasanya sejak awal Desember yang memesan sudah banyak, tetapi sekarang masih sepi,” ungkap Lukas. Menurut dia, penurunan kunjungan ke luar negeri ini terjadi lantaran pengaruh kondisi perekonomian yang lesu sepanjang tahun 2015 ini.

Banyak pelanggan Lukas yang mengalihkan tujuan liburannya ke kota-kota domestik, yang punya penawaran paket lebih menarik. “Konsumen lebih banyak memilih paket domestik dan bepergian ke kota yang dekat seperti Jakarta. Kalau pun ke luar negeri, paling yang masih stabil hanya ke Kuching, Sarawak saja. Mungkin karena dekat dan murah,” pungkasnya. (ars)
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment