Peluang Menjanjikan dari Pahitnya Kopi

WARKOP  : Cafe Corner di Jalan Gajahmada Pontianak tak pernah sepi pembeli. Tak hanya menyediakan kopi, karena disini menawarkan fasilitas lebih baik dari sekedar warkop yang membuat pengunjung betah berlama-lama. FOTO : ARISTONO/PONTIANAKPOST
WARKOP  : Cafe Corner di Jalan Gajahmada Pontianak tak pernah sepi pembeli. Tak hanya menyediakan kopi, karena disini menawarkan fasilitas lebih baik dari sekedar warkop yang membuat pengunjung betah berlama-lama. FOTO : ARISTONO/PONTIANAKPOST


Beberapa tahun belakangan ini Pontianak mulai dikenal dengan kenikmatan kopinya. Budaya minum kopi di warung kopi memang sudah sejak dulu ada di Kota Pontianak. Namun belakangan ini semakin meluas. Hampir di setiap ruas jalan ada warung kopi. Sebagian menawarkan kekhasannya.

Nongkrong di warung kopi seolah menjadi agenda wajib saban hari bagi sebagian masyarakat di Kalimantan Barat. Warung kopi sudah menjadi habitat sesaat bagi mereka. Selain itu, fungsi kedai kopi yang sering dijadikan tempat istirahat atau melepas lelah setelah pulang kerja, tempat bersantai, tempat diskusi pekerjaan, tempat bernegosiasi, transaksi bisnis, serta seringkali dijadikan tempat meeting atau yang lain sebagainya. Baik laki-laki, perempuan, tua, muda dan berbagai status lainnya sama saja di warung kopi. Mereka mendapatkan meja yang selevel, dan pilihan menu yang sama.

Tak heran budaya minum kopi ini membuka peluang bisnis warung kopi. Paling ramai tentu saja adalah Jalan Gajah Mada dan Jalan Tanjungpura. Jalan Gajah Mada sendiri telah diresmikan Wali Kota Pontianak Sutarmidji sebagai coffee street. Ada lebih dari 70 warung kopi di pusat bisnis ibukota Kalbar ini. Ada yang permanen atau berbentuk ruko. Banyak pula warung kopi emper-emper di pelataran pertokoan yang hanya buka pada malam hari. Itu belum termasuk warung kopi di ruas-ruas jalan sekitar Gajah Mada. Kopi telah menghidupkan banyak orang di sini.

Salah satu warung kopi yang terkenal di Jalan Gajah Mada adalah Kafe Corner. Ahong (45 th), pemilik Kafe Corner mengatakan penghasilannya jauh lebih baik ketimbang usahanya sebelumnya, berdagang retail. Menurut dia,  pasar warung kopi sekarang sangat luas. “Warung kopi dulu identik dengan tempat nongkrong orang tua. Tetapi sekarang semua orang dari semua umur nongkrongnya di warung kopi,” kata pria yang mulai membuka Kafe Corner tahun 2005 ini.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Heriwonoto (34 th),  pemilik warung kopi Winny. Warung kopi di Jalan Gajah Mada yang jarang sepi ini kerap menjadi destinasi wajib bagi para wisatawan dari luar Pontianak. Warung kopi ini juga menyediakan pisang goreng selai yang khas. Apalagi warung kopi ini tak jauh dengan hotel-hotel berbintang. Jalan Gajah Mada lebih hidup pada malam hari lantaran halaman ruko-ruko yang sudah tutup pada sore hari berubah menjadi warung kopi. Kursi-kursi dan meja-meja berjejer panjang. Warung kopi pinggir jalan yang hanya buka malam hari ini juga cukup menguntungkan.

 Andy (32 th), pengelola warung kopi pinggir Jalan di halaman Pasar Flamboyan mengatakan untung yang didapatnya lumayan besar. “Kita hanya bayar sewa saja dan uang kebersihan. Untungnya lumayan juga, cukuplah untuk kebutuhan sehari-hari dan bisa ditabung. Modal saya yang besar paling hanya untuk membeli gerobak, meja dan kursi,” katanya kepada Pontianak Post. Selain menyediakan kopi, dia juga menjual camilan, rokok, dan berbagai jenis minuman lainnya.

Belakangan warung kopi tidak hanya terpusat di Jalan Gajah Mada dan Jalan Tanjungpura saja. Kita akan dengan mudah menjumpai warung kopi atau paling tidak warung atau kafe yang menyediakan minuman kopi di berbagai sudut jalan di Kota Pontianak. Walau tak seramai kawasan Gajah Mada dan Tanjungpura, usaha tersebut memiliki konsumen tetap.

Di Jalan Tanjungraya II misalnya, walaupun tak semeriah pusat kota, warung kopi disini juga hidup. “Cukup ramailah. Biasanya yang nongkrong orang-orang di sekitar sini. Mereka duduk di sini untuk ngorol-ngobrol. Tetapi memang kebanyakan laki-laki dan orang dewasa,” ungkap Hendrawan, pemilik warung kopi di sana.

Kopi sudah sejak lama telah dianggap sebagai minuman populer di Pontianak. Kota ini sangat khas dengan keberadaan usaha warung kopi yang biasanya berada di pinggir pingir jalan hingga kedai kopi modern yang sangat potensial untuk di dijadikan salah satu peluang usaha. Usaha kedai kopi ini selalu menjanjikan serta menguntungkan, mengingat tradisi minum kopi yang telang manjadi trend atau gaya hidup masyarakat. Hal ini membua usaha warung kopi masih menjanjikan, walaupun di tengah melambatnya ekonomi.

Sumber :
Aristono, Pontianak Post Pro Bisnis
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment