Dari Pontianak, Segera Meng-Indonesia

Logo SBS - gambar Google
PONTIANAK – Kota Pontianak patut berbangga. Yunsirno dan Fahrurrazi, dua orang anak mudanya berhasil membuat Bimbingan Belajar khusus Bahasa Inggris yang telah hadir di 22 kota. Sang Bintang School, nama Bimbel itu telah berdiri sejak 1 Juni 2005. Baru saja berulang tahun ke-10 dan telah hadir di 22 Kota di Indonesia yang berkantor pusat di Pontianak dengan Malang sebagai cabang pertama di Jawa.

Metode yang diajarkan efektif dan efisien karena pembelajaran Bahasa Inggris yang biasanya ditempuh dalam waktu yang lama, hanya dipelajari dalam waktu yang sangat singkat. 6 bulan, 6 minggu atau bahkan 6 hari saja. 

Metode yang digunakan juga sangat unik dan berbeda, yaitu metode Kampoenk Jenius. Metode belajar tanpa mencatat, tanpa menghafal, tanpa PR dan jika gagal ada jaminan mengulang gratis. Biaya programnya dimulai dari Rp 200 ribu – Rp 6 juta per bulan atau per paket program. Kerja keras merintis lembaga yang berlokasi di Jalan Sulawesi No 57 melalui pembelajaran yang unik ini tenyata berbuah manis.

Tak hanya banyak orang yang terinspirasi dan mampu menguasai bahasa Inggris dengan cepat, Pada tahun 2007 lembaga ini diganjar dengan menjadi salah satu Pemuda Emas Kalbar selain juara WMM pada 2008.

Pada 2009 buku yang berisi pengalaman dan metode belajar efektif yaitu keajaiban belajar mereka terbitkan dan terjual lebih dari 10 ribu eksemplar. Kini, Yunsirno dan Fahrurrazi telah melakukan perjalanan bisnisnya hingga ke Meulaboeh, Aceh. Meskipun mereka lahir di Pontianak dan SBS pusat berada di Pontianak, mereka tidak hanya ingin duduk diam menikmati kesuksesannya karena mereka memiliki visi Indonesia Jenius.  Hal itulah yang membuatnya selalu bersemangat untuk mewujudkannya.

Indonesia Jenius merupakan target mulia di balik lembaga kursus ini. Mereka menekankan pentingnya keinginan timnya untuk menjadi sumber inspirasi berdirinya sekolah-sekolah efektif dan membuat kampung-kampung jenius di seluruh Indonesia. “Di benak kami penuh  keinginan untuk melejitkan bangsa ini dari ketidakpercayaan diri, untuk lebih bisa bersaing dan berkompetisi. Tahun ini, InsyaAllah akan diadakan roadshow dan pendirian cabang di 10 kota di Jawa dan 10 kota di Kalimantan,” ujarnya.

Dengan konsep sederhana namun efektif dan didukung pengajar-pengajar muda, Sang Bintang School mencoba mendobrak dunia pendidikan non-formal dengan revolusi cara belajar. Dengan beraninya mereka menawarkan program Kampoenk Jenius dengan waktu enam minggu yang dipopulerkan dengan tagline 6 minggu bisa. Sang Bintang School hadir seperti menyengat kesadaran kita bahwa belajar itu mudah.

Keunikan lain sejarah Sang Bintang School adalah lembaga ini didirikan oleh para sarjana ekonomi, bukan sarjana bahasa Inggris atau sarjana pendidikan. Ekonomi sebagai studi ilmu yang mengajarkan keefektifan dan efisiensi menjadi inspirasi anak muda ini untuk melahirkan program efektif Sang Bintang School yang kini sudah memiliki lebih dari 7000 alumni dan ratusan mitra di seluruh Indonesia.

Menikmati proses dan memiliki visi besar adalah dua hal utama yang membuat lembaga ini mampu eksis selama 10 tahun hingga sekarang di bisnis ini. “Suka dan duka menjadi pengalaman dan pembelajaran yang semakin menambah energi untuk memberikan kontribusi terbaik khususnya di bidang pendidikan bagi Pontianak, Kalimantan Barat dan Indonesia. Mereka menyimpulkan bisnisnya ini dengan sederhana, tugasnya membuat belajar itu mudah,” pungkasnya. (ars)
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment