Harum Bisnis Parfum Isi Ulang

Membuka usaha parfum tidak akan ada lesunya. Kecenderungan masyarakat membeli parfum kian hari makin tinggi. Itu karena hampir semua orang yang ingin beraktivitas biasanya menggunakan parfum dan menjadikan barang wajib sebelum meninggalkan rumah.

Peluang-peluang itu yang coba ditangkap oleh mereka yang ingin berbisnis parfum, apakah itu isi ulang atau tidak. Cukup banyak pelaku usaha bidang ini yang terus tumbuh, bahkan membuka beberapa cabang.

Tujuannya untuk memudahkan konsumen. Selain berbentuk permanen, ada juga dalam bentuk kios, atau mobile bahkan via online. Konsumen yang tak pernah habis membuat banyak pihak yang ingin membuka usaha serupa. Seperti dilakukan Hafit yang membuka usaha Ilusi Parfum di Jalan M Sohor, Kecamatan Pontianak Selatan.

Gambar dari internet
 

Letaknya tepat di tepi jalan. Tempat yang strategis, sehingga tidak menyulitkan pembeli. Meski baru berjalan tiga bulan, usaha ini sudah memiliki pelanggan tetap.Hafit menyebutkan dalam sehari pernah memperoleh omzet hingga Rp 780 ribu. Namun pernah juga hanya sekitar Rp 120 ribu. Bila dirata-rata, pendapatan perharinya Rp 200 ribu. “Usaha ini milik anak saya, dia belum berkeinginan kuliah dan lebih memilih membuka usaha.|

Kenapa parfum, karena dia suka dan lagian tak repot mengurusnya. Kebetulan juga sudah ada relasi, jadi tidak sulit lagi mencari pemasok produk,” ucapnya. Ada 85 aroma parfum yang dijual. Sedangkan wadah parfumnya ada berbagai jenis, mulai dari model botol, hand spray dan pocket spray. Harga botol yang ditawarkan tidak mahal, dari Rp 2.500 hingga Rp 8.500. 

Senada diungkapkan Yandi Abu Raihan. Pemilik parfum isi ulang Raihan ini sudah membuka usahanya sejak tahun 2004. Berawal dari berjualan masjid ke masjid, sekarang sudah menempati kios. Ada 50 jenis aroma parfum yang dijualnya. Karena letaknya di sekitar kampus Untan, market pembeli terbesarnya adalah mahasiswa.

Yandi menilai parfum menjadi kebutuhan penting bagi setiap orang. Apalagi pemakaiannya setiap hari. Jika habis, maka harus mengisi kembali. Ini menjadi peluang untuk membuka usaha parfum refill.  Dia mematok harga tidak tinggi. Untuk satu mili parfum seharga Rp 2 ribu. Harga itu untuk semua jenis parfum yang dijualnya. Dalam sehari ada 500 mili parfum yang laku terjual.

Selain berbisnis parfum, Yandi juga menjadi agen parfum untuk pembelian minimal 150 mili setiap merek parfum. Masyarakat juga bisa membeli botol dengan volume sembilan mili. Untuk botol, pembelian minimal satu lusin.

Hal yang sama dengan Syafani Novel. Sudah setahun pria berusia 24 tahun itu berbisnis parfum. Dalam sehari, dia bisa menjual 500 mili parfum. Ada dua jenis harga yang ditawarkannya. Parfum dengan aroma buah Rp 1500, sedangkan aroma standar Rp 2000.
Pemilik N N Parfum ini tidak hanya isi ulang, dia juga menjadi agen parfum. Pembelian parfumnya, minimal 100 mili per item. Omzet yang diperoleh Syafani selama sebulan di bisnis ini sekitar Rp 8 juta. Berminat bisnis parfum? Rasakan harumnya rupiah di sekitar Anda…  (Ramses L Tobing ) 
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: