Membuka Usaha PPOB Berisiko Kecil

GERAI LISTRIK: Selain PPOB, yang lebih spesifik seperti Jasa Gerai Layanan Listrik ini juga mulai banyak dilirik sebagai usaha bagi para masyarakat yang membutuhkan voucher listrik. HARYADI/PONTIANAKPOST
GERAI LISTRIK: Selain PPOB, yang lebih spesifik seperti Jasa Gerai Layanan Listrik ini juga mulai banyak dilirik sebagai usaha bagi para masyarakat yang membutuhkan voucher listrik. HARYADI/PONTIANAKPOST

Untuk membayar berbagai keperluan saat ini bisa dilakukan dengan sangat mudah. Kantor layanan Payment Point Online Bank (PPOB) ada di berbagai tempat. Usaha dengan modal tak besar dan risiko kecil ini semakin banyak peminatnya.

PPOB atau loket pembayaran terpadu online mempermudah pembayaran seperti misalnya tagihan listrik, PDAM, kartu kredit, angsuran atau cicilan kredit kendaraan bermotor, pembayaran TV kabel, penjualan pulsa hingga asuransi. Uniknya, bisnis ini bisa dijadikan penghasilan utama dan sampingan. PPOB memang bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Dengan kantor besar maupun kecil, bahkan tanpa kantor.

Meskipun terlihat sederhana, menjalankan bisnis PPOB membutuhkan keseriusan dalam menjalankannya.  Persayaratan utama jika ingin membuka bisnis rumahan seperti PPOB adalah lokasi strategis seperti misalnya di sebuah pinggir jalan, dekat dengan perumahan, keramaian atau pasar. Usaha ini juga membutuhkan perangkat komputer, mesin kasir dan jaringan internet yang memadai.

Adapun keuntungan dari agen PPOB diperoleh dari biaya administrasi dari setiap transaksi pembayaran, dimana tarif biaya admin tersebut bervariasi. Memang jika dihitung sangat kecil nilainya bila dibandingkan dengan modal yang harus dikeluarkan untuk membuka usaha PPOB dan investasi untuk modal tersebut. Kemungkinan kembali tergantung dari jumlah transaksi yang dilakukan setiap bulannya. Semakin banyak transasksi, maka modal usaha menjadi lebih cepat balik.

"Bisnis ini cukup aman, karena sistemnya deposit. Kalau sudah habis deposit, kita beli lagi. Untungnya kalau dilihat per transaksi memang kecil. Tetapi kalau kita punya langganan yang banyak, itu bisa menjadi potensi besar," ujar Khairulrahman, pengelola bisnis PPOB dan Gelis di Jalan Tanjungraya 2, Kubu Raya.

Dia menyebut, bisnis ini tidak cocok untuk orang yang ingin cepat mendapatkan untung berlimpah. "Untuk pembayaran listrik misalnya. Berapapun transaksi, fee kita hanya sekitar Rp 1500 per transaksi. Transaksi Rp 20 ribu dengan Rp2 juta, feenya sama saja. Jadi yang dikejar bukan nominal tetapi frekuensi transaksinya. Semakin banyak yang bertransaksi semakin banyak fee kita," sebutnya.

Dia juga menganjurkan loket pembayaran online tersebut dipadukan dengan bisnis kecil lain seperti menjual minuman ringan, jasa dan sebagainya. "Sepertio saya di Gelis bisa juga melayani pemasangan instalasi listrik. Selain itui, di ruko saya, juga dijadikan kantor untuk usaha saya yang lain. PPOB ibaratnya bisnis sampingan yang menguntungkanlah," ucapnya.   (Sumber Aristono/Pontianak Post)
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment