Dibutuhkan untuk Semua Kalangan

HARGA TELUR: Kondisi harga telur yang cederung fluktuatif tak mempengaruhi peminat para pembeli.HARYADI/PONTIANAKPOST
HARGA TELUR: Kondisi harga telur yang cederung fluktuatif tak mempengaruhi peminat para pembeli.HARYADI/PONTIANAKPOST
SIAPA yang tidak suka telur? Telur merupakan bahan makanan yang mudah diperoledh, relatif murah, serta sarat akan nilai gizi seperti kalsium, protein, dan vitamin.Kebutuhan yang tinggi membuat setiap orang pasti menyediakannya di rumah. Baik digunakan untuk sarapan pagi, makan siang dan malam. Agar enak dikonsumsi, telur pun bisa diolah untuk berbagai jenis makanan. Termasuk kue.

Putra misalnya. Pria yang tinggal di Sungai Raya Dalam ini memang pencinta telur. Dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, menjadi salah satu alasannya hobi mengkonsumsi telur.“Paling tidak dalam sehari biasanya ada makan telur. Apakah itu dibuat dadar atau diolah dengan bahan makanan lain,” kata dia.

Karena itu Putra dan keluarganya harus punya persediaan telur. Biasanya dibeli dalam bentuk perkilo. Dia beralasan, harga telur perkilonya lebih murah dibandingkan beli perbutir. Hal yang sama juga dilakukan Wawan. Meski tinggal di kos-kosan pria yang bekerja di perusahaan retail ini mesti mempunya stok telur setiap hari.  “Harus ada stok. Jika kelaparan, tidak susah lagi cari makanan. Cukup masak telur dan mie,” kata dia.

Wawan biasanya membeli telur dalam hitungan kilo. Perkilonya dihargai Rp23 ribu. Jumlah yang didapat tergantung dari ukuran telur. Jika besar maka bisa mendapatkan telur sekitar 15 – hingga 17 butir. Jika berukuran sedang maka bisa dapat 18-20 butir.

Sama halnya dengan Rita. Wanita yang tinggal di Jalan Putri Candramidi juga harus punya strock telur. Namun tidak hanya kebutuhan makan sekeluarga saja, tapi untuk berjualan. “Saya berjualan nasi kuning, bubur ayam dan lontong sayur. Pasti membutuhkan telur. Dalam sehari saja bisa menghabiskan 40 telur. Itu diluar kebutuhan di rumah. Paling tidak saya sediakan 50 butir sehari,” jelas wanita berusia 35 tahun ini.

Begitu juga dengan Andi. Sehari-hari dia berjualan kue di kisaran Paris II. Dalam sehari bisa menghabiskan 20 butir telur untuk membuat berbagai jenis kue. Itu diluar kebutuhan untuk rumah tangga.“Saya biasanya beli dalam jumlah banyak. Dua hingga tiga kilo. Lebih aman simpan di kulkas baru digunakan. Apakah untuk membuat kue atau makan di rumah,” jelasnya. 

Jaga Persediaan dan Kualitas TelurTELUR bukan jenis makanan yang asing untuk dikonsumsi. Makanan ini sangat mudah dijumpai. Bahkan hingga ke pelosok desa.Banyak peminat membuat kebutuhan untuk mengkonsumsi telur sangat tinggi. Sayangnya itu tidak seimbang dengan ketersediaan stock yang ada.

Mama Meme misalnya. Pedagang telur di Pasar Mawar ini berharap penyediaan stock telur harus cukup. Jika tidak stock maka pedagang akan kesulitan memenuhi kebutuhan pelanggan. Saat ini saja Meme bisa menjual 5.000 butir telur dalam sehari.

“Kadang juga lebih karena pelanggan dari berbagai kriteria. Dari ibu rumah tangga hingga pengecer,” jelas dia. Selain itu dia juga berharap para peternak bisa menjaga kualitas telur. Sehingga telur yang dijual itu aman untuk dikonsumsi masyarakat. Umumnya telur bisa bertahan dua hingga tiga minggu ketika keluar dari peternakan.

Soal harga, jelas dia, disesuaikan dengan permintaan pasar. Terakhir harga telur paling tinggi Rp1.500 perbutir dan paling murah Rp1.400. Pedagang telur lainnya, Hamdan juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, dalam sehari dia bisa menjual 1.500 telur. Dia memastikan menjual telur lebih dari angka tersebut asalkan stock tersedia.

“Setiap orang pasti butuh telur. Saya bisa saja jual lebih asalkan kebutuhannya tersedia,” kata dia. Jumlah itu diluar dari telur yang pecah. Untuk telur pecah dia sudah memiliki pelanggan sendiri, yakni pemilik rumah makan. Hamdan menilai kualitas telur perlu dijaga. Ini dimaksudkan agar aman ketika dikonsumsi masyarakat. Untuk menjaga kualitasnya, maka simpan telur diteman yang aman. Di antaranya tidak terkena air. Tempat penyimpan telur juga tidak boleh lembab. Telur pun jangan sampai terkena panas. (mse)
Share on Google Plus

About MOMO

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment